Kendari Si Kota Teluk
Disinilah air laut dan teluk menyatu, sebagai pintu gerbang menuju Kota Kendari lewat laut
Akhirnya saya berangkat ke Kendari dengan satu orang rekan kantor menggunakan Lion Air, Lion Air meiliki dua waktu flight, siang sekitar jam 11 siang dan malam sekitar jam 6 malam. Seperti biasanya penerbangan Selalu saja terlambat sehingga pesawat baru berangkat jam 08.30 malam, perjalanan memerlukan waktu sekitar 3 jam, sebelum ke Kendari transit terlebih dahulu di Makakar, perjalanan ke Makasar membutuhkan waktu 2,5 jam dan perjalanan ke Kendari sekitar 45 menit.
Sempet mengunjungi kebun mete dan Anoa merupakan ciri khas dari Sulawesi Tenggara
Sampai di Bandara sudah larut malam jam 1 malam, udara sejuk dan dingin langsung menyegarkan badan yang kaku, saya diantar ke hotel ternyata jarak bandara ke kota kendari lumayan jauh sekitar 30 kilo meter, saya menginap di hotel Imperial. Hotel yang cukup bagus dan terbaik di kota kendari, hotel yang baru saja dibangun khusus untuk penyelenggaraan MTQ yang baru saja berlangsung di kota Kendari.
Ikan segar dan menu serba ikan makanan khas Sulawesi Tenggara
Esoknya selain mengunjungi instansi terkait juga mengisi seminar yang dilaksanakan oleh salah satu instansi di daerah. Malam hari saya diajak teman yang ke betulan dia orang Bandung yang tinggal di Kendari untuk mengelilingi kota kendari. Kota Kendari dapat dibagi menjadi kota Kendari lama dan kota Kendari baru. Kota Kendari lama merupakan kota yang memanjang disepanjang teluk kendari, dan kota kendari baru merupakan kota yang sekarang menjadi pusat pemerintahan.
Teluk Kendari yang indah dilihat dari salah satu bukit
Kota kendari lama sangat indah rumah2 penduduk diatas tebing menghadap ke teluk kendari, penduduk kota Kendari sebagian besar menganut agama Islam, toleransi beragama sangat kuat terlihat dari keberadaan mesjid dan gereja yang saling berimpitan dengan sebuah gereja, menara mesjid nya sangat bagus dan sekaligus dijadikan sebagai mercusuar.
Mesjid dan Gereja saling berdampingan menandakan toleransi beragama yang sangat tinggi.
Makanan di Kota Kendari tidak berbeda dengan kota teluk lainnya, menu makanannya yang terkenal ya ikan bakar, macam-macam ikan disajikan diantaranya baronang, bawal, suluh, kakap dsb. Rasanya lumayan enak di temani oleh apalagi kalau juice jeruk nipis yang rasanya menyegarkan he…he.. udah ach saya tidak bercerita panjang mengenai makanan lagi he..he.. ntar pingin lagi he..he..
Menara mesjid sekaligus mercusuar pemandangan yang indah dikala malam hari.
Saya menghabiskan waktu dua hari tiga malam di Kota Kendari, dan merupakan pengalaman yang menarik, sebenarnya saya ingin ke Kota Bau-bau yang terkenal dengan peninggalan sejarahnya disana, akan tetapi waktu membatasi, mungkin lain waktu saya di beri kesempatan mengunjunginya amien..., ok dech ntar saya lanjutin cerita perjalanan yang lainnya ok, semoga bisa menambah wawasan atau bekal kalau pembaca ingin mengunjungi kota Kendari.
6 Comments:
wah baru jalan2 ke kendari yah mampir deh kerumah tante saya yg di kota bau bau ....
Dang...itu ikan meuni ngagupayan kitu...! mauuu!
gle *nelenludah* itu ikan apa ikan..;p
Wah....
Sudah jalan-jalan kah di kendari...
itu tempat saya....
aduh sudah lamami sa tidak pulang..heheh
salam kenal
Lauk SUlawesi tea atuh seger2 dan rasanya teh masih manis kitu nya kang, padahal di bakar tanpa bumbu
waaahhh dah mampir Kendari yaa??
masih kurang tuh, klo jalan-jalan disini cuman sekitar 3harian,, blum smpat jalan2 ke pantai2nya kan?? nanti klo ke Kendari lagi, jangan lupa mampir ke Toronipa, Taipa, Batugong, Nambo dan tempat wisata lainnya ;)
Post a Comment
<< Home