Image hosted by Photobucket.com

Monday, September 18, 2006

Palangkaraya si Kota Transit

Dang mau nggak ke palangkaraya besok… tiba-tiba my boss memanggil dari ke jauhan, ya namanya tugas sayapun siap selalu pak he..he.. walaupun saya denger di berita tadi pagi kabut asap di palangkaraya sangat tebal, tapi demi tugas dilakonin juga walaupun harus ninggalin istri tercinta untuk sementara dirumah.

Mejeng dulu ach... sebagai bukti ama bos saya udah menunaikan tugas

Penerbangan ke Palangkaraya menggunakan Batavia air yang harusnya jam 12.30 ternyata di delay selama 1 jam, tiba-tiba di Hp saya berbunyi ternyata dari hotel Dandang Tingang Palangkaraya memberitahukan bookingan saya dibatalkan berhubung kamar hotel penuh semua waduch gimana nich pikir saya mana nggak ada kenalan lagi di Palngkaraya. Sambil nunggu penerbangan saya pun ke toilet dan karena sholat dzuhur hampir tiba saya pun ngambil wudhu dan menuju mushola, dimushola ternyata sudah berkumpul tiga orang yang juga sedang menunggu sholat dzuhur, kemudian saya menegur salah seorang Bapak yang ada di mushola untuk memecahkan kesunyian, “pak, bapak dari Palangkaraya…? “betul dek” Bapak itu menjawab. Bapak tahu nggak Hotel yang baik bersih aman dan nyaman di Palangkaraya..? Bapak itu pun menyebutkan beberapa alternative hotel yang ia anggap sesuai dengan criteria yang saya sebutkan tadi, dan pada akhirnya Bapak ini menjadi teman perjalanan saya sampai di Palangkaraya, dan diapun berjanji untuk mengantarkan saya mencari hotel dan mengajak berkeliling di Kota Palangkaraya nama Bapak tersebut Bapak Fauzi seorang pedagang emas di kota palangkaraya.

Kabut asap pekat di sekitar sungai kahayan


Akhirnya pesawatpun berangkat sekitar jam 14.30 dan sampai di Palangkaraya sekitar 15.45, saya pun diantar oleh Bapak Fauzi untuk mencari hotel, dan Alhamdulillah sayapun dapat hotel bersih dan lumayan murah Banama Tinggang namanya. Keesokan harinya saya pun pergi ke beberapa kantor untuk menyelesaikan urusan kantor sebagai misi Utama, dan sore harinya melaksanakan misi tambahan he..he… apalagi kalau bukan jalan-jalan. Ternyata betul sesuai berita Kota Palangkaraya ternyata sedang terjadi kabut yang sangat pekat karena terjadi pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten-kabupaten yang ada disekitarnya.

Siang harinya setelah segala urusan tercapai sayapun jalan-jalan mengelilingi kota Palangkaraya yang sesungguhnya sangat kecil, nggak ada macet disana karena kotanya sangat kecil, penduduknya kebanyakan pedagang, kota ini agak sepi dibandingkan dengan kota yang lain di Kalimantan karena kota ini hanyalah sebagai kota transit perdagangan, sehingga nilai tambah produk yang dihasilkan tidak berdampak di kota ini, tidak ada industri yang besar disini, karena semua bahan baku untuk industri dialirkan ke Banjarmasin dan kota pelabuhan lainnya, kendala infrastruktur jalan dan pelabuhan menjadi kendala bagi pembangunan ekonomi dikota ini.

Berpose di toko cinderamata dulu ach....mandau dan topi kulit kayu merupakan ciri khas suku dayak

Jembatan kahayan sepertinya merupakan salah-satu tempat para muda-mudi melepas kepenatan dan bersantai ria walaupun saat itu sedang diselimuti asap tebal. Setelah puas keliling kota Palangkaraya saya pun mencari warung makan yang tentunya makanannya khas Plangkaraya, ternyata tidak banyak makanan khas daerah ini karena kebanyakan penduduknya pendatang jadi tidak jauh beda dengan makanan yang ada di Jawa ditambah mungkin dengan makanan pengaruh daerah Banjar, ikan Patin Bakar dan Baung bakar merupakan menu alternative makanan untuk siang hari, rasanya seperti ikan lele, bumbunya terus terang kurang sesuai dengan lidah saya yang orang sunda he..he.., jadi mengenai makanan tidak ada yang aneh di kota ini.

Malam hari dari pada tinggal diam di hotel sayapun jalan-jalan mengelilingi kota Palangkaraya untuk melihat aktifitas kota dimalam hari. Salah satu alternative tempat nongkrong adalah bunderan kota Palangkaraya yang cukup besar, dan terdapat tenda-tenda besar yang menjajakan makanan laut, saya pun masuk ke salah satu tenda dan menghabiskan makan malam saya dengan sepiring kerang setan (kerang setan karena kerang-kerangnya gede2 he..he..) kerang disini dijamin bersih dan bebas zat pencemar tidak seperti kerang yang dihasilkan dari teluk Jakarta, dan seekor kakap Bakar gede menjadi santapan utamanya, mmmmuah uenak…he..he…, pokonya puas banget makan malam saat itu.


Jembatan Palangkaraya salah satu landmark dari kota Palangkaraya


Kota Palangkaraya kota yang sedang berkembang, saya yakin satu atau dua tahun lagi akan menjadi kota yang ramai karena kota ini cukup memadai untuk lebih dikembangkan, tanahnya yang datar dan agak keras ditambah berpasir sangat cocok jika dibangun infrastruktur yang dibutuhkan, saat ini sedang dibangun infrastruktur jalan dimana-mana, tampaknya gubernur yang sekarang Bapak Teras Narang sedang giat-giatnya membangun infrastruktur bagi kemajuan daerahnya, kita lihat saja kayak apa Kota Palangkaraya dua tahun lagi, pasti akan lebih maju…

3 Comments:

Blogger Ina said...

si teteh dikantun atuh Dang....?
salam ya buat beliau
Selaa menjaankna ibadah puasa ya Dang, mohon maaf lahir batin dulu nih

2:12 PM  
Blogger Mamah Ani said...

asyik ya jalan jalan ke kahayan....ada foto foto lain tentang kahayan ?

7:44 AM  
Blogger Lomar Dasika said...

Haloo....lagi mau jalan jalan ke Palangka Raya juga nich...eh, ketemu Blog anda....terima kasih udah nambah info tentang Palangka Raya....mudah2an pas waktu saya kesana lagi ga ada asap yach...=) salam

2:47 AM  

Post a Comment

<< Home