Image hosted by Photobucket.com

Monday, January 19, 2009

Antara Tarakan dan Malinau


Sesaat sebelum naik pesawat Susi air


Sebagai gambaran betapa luasnya Malinau pupulasi penduduknya hampir 1 orang/km2 jadi apabila berdiri disuatu tempat maka sejauh 1 km kemudian baru kita akan menemukan orang lain he..he., Untuk mencapai Kabupaten Malinau maka dari Jakarta kita harus terbang ke tarakan, saat ini banyak pesawat yang melayani Jakarta-Tarakan diantaranya Mandala, Sriwijaya, dan Batavia air, dari Jakarta menuju Tarakan pesawat akan transit terlebih dahulu di Tarakan. Dari Tarakan maka untuk menuju Malinau bisa menggunakan pesawat kecil dengan kapasitas 12 orang dengan lama perjalanan sekitar 20 menit, atau menggunakan speed boat selama 3,5 jam perjalanan.



Berfoto dikawasan wisata hutan bakau dekat Pelabuhan Laut Tarakan


Pesawat berpenumpang 12 orang ini milik perusahaan penerbangan Susi Air, tentu para pembaca tidak asing lagi dengan perusahaan penerbangan tersebut, perusahaan tersebut milik Ibu Susi, seorang pengusaha eksportir hasil laut yang berasal dari Ciamis Jawa Barat. Susi Air mulai dikenal ketika terjadi bencana tsunami di Aceh, pesawat Isu Susi inilah yang pertama memberikan bantuan logistik bagi masyarakat aceh ketika terjadi bencana tsunami, dengan pesawat kecil beliau bisa mendaratkan pesawat dilandasan lapangan terbang yang telah rusak oleh tsunami, sejak itulan nama Susi Air dipakai untuk nama perusahaan penerbangannya. Sekarang Susi Air membantu membuka akses transportasi di daerah terpencil diseluruh wilayah Indonesia. Dalam hal ini tentunya Susi Air sangat berjasa didalam membantu mengembangkan wilayah yang terisolir sehingga menjadi lebih berkembang perekonomiannya muapun pembangunan wilayahnya.


Suasana di kabin Susi Air


Setelah penerbangan sekitar 1,5 jam menggunakan pesawat Mandala saya tiba di Balikpapan untuk mengangkut penumpang lain yang menuju Tarakan, dan sekitar 30 menit kemudian kita tiba di Tarakan, Tarakan merupakan sebuah pulau yang sangat maju dan berkembang di bagian timur Pulau Kalimantan, hal ini wajar saja karena Tarakan dikenal dengan penghasil minyak bumi yang sangat melimpah dan terkenal sejak zaman penjajahan belanda dan Jepang. Waktu penjajahan Jepang di Pulau Tarakan ini lah Jepang mendaratkan pasukannya yang pertama untuk selanjutnya menguasai Wilayah Indonesia selama 3,5 tahun. Pada era perang dunia 2 pasukan Jepang maupun Sekutu silih bergantian menguasai Pulau Tarakan yang sangat penting sebagai sumber bahan bakar untuk peperangan. Kota Tarakan sangat ramai, kilang pengeboran minyak tersebar di seluruh kota, kilang minyak tertua dijadikan simbol ditengah kota sangat menarik untuk dilihat, objek wisata pantai yang terkenal di tarakan adalah Pulau Amal yang berhadapan langsung dengan Selat Sulawesi, diatas bukit berdiri dengan megahnya Universitas Borneo satu-satunya universitas yang ada di Pulau Tarakan.


Pemandangan yang terlihat diatas pesawat Susi Air

Setelah berputer-puter di Tarakan untuk menghilangkan rasa lapar kita yang terasa menghimpit selagi dari Jakarta maka jangan dilewatkan masakan terkenal asli Tarakan apalagi kalau bukan berbagai macam makanan bertemakan kepiting. Ada kepiting rasa saus manis, rasa lada hitam, kepiting goreng, dan kepiting yang lainnya. Untuk menghilangkan rasa penasaran kita, maka kita pilih semua masakan tersebut ha..ha.. emang tukang makan.

Sisa pertempuran dengan cumi-cumi Tarakan

Perjalanan menuju Malinau menggunakan pesawat berpenumpang 12 orang sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan, karena baru pertama kali saya menaiki pesawat tersebut jadi ada perasaan cemas sekaligus perasaan penasaran, banyaknya kejadian kecelakaan pesawat menambah perasaan tak menentu saat menaiki pesawat tersebut. Untungnya pesawat Susi Air menggunakan pilot yang terlatih mereka adalah pilot-pilot yang didatangkan dari luar alias orang bule yang berpengalaman menerbangan pesawat tersebut di daerah yang terkenal susah untuk dijangkau dan medan yang cukup sulit untuk di lalui yaitu Papua.

Mau mudik lagi ke Tarakan

Pesawat berbaling-baling satu itu akhirnya tinggal landas, ternyata asik juga menaiki pesawat tersebut, pemandangannya yang dapat dilihat diatas menjadi tambah dekat dan lebih indah jika dibandingkan dengan pemandangan yang terlihat dari pesaat boeing 727 karena ketinggian pesawat lebih rendah, saya tidak tahu pastinya ketinggian pesawat tersebut mungkin sekitar 700 m-1 km diatas permukaaan laut. Pesawat kecil tersebut sangat mudah sekali digerakkan kenanan- dan kekiri sehingga menambah sensasi yang menyenangkan atau bagi sebagian orang bisa saja hal tersebut malah semakin menambah rasa takut. Cuaca pada saat berangkat agak buruk sehingga pada saat pesawat akan mendarat agak kesulitan dan sulit sekali mencari celah yang tidak tertutup awan dan tidak terkena air hujan, pesawat berputar-putar dan pilot pesawat memberitahukan bahwa kita akan kembali ke Tarakan jika situasi tidak berubah, kontan saja perasaan para penumpang semakin dibuat ketar-ketir takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, saya tanya kepada penumpang sebelah duduk saya yang asli Malinau dan sering bolak-balik naik pesawat tersebut, menurut dia hal ini jarang sekali terjadi hal ini tentu saja menambah perasan tak karuan he..he...


Petugas tiketing di Bandara Malinau

Akhirnya pilot berhasil menerobos awan pekat dan akhirnya kita mendarat di Bandara Malinau yang baru saja di bangun oleh Pemda Malinau. Bandara tersebut sangat sederhana bangunannya kedatangan penumpang masih sangat sederhana dan sedang dibangun bangunan yang lebih bagus untuk kelengkapan bandara. Malinau termasuk Kabupaten yang mengandalkan perekonomiannya kepada hasil hutan dan perekebunan serta tambak, namun tambak yang ada sepertinya tidak dikelola dengan baik sehinga banyak yang terlantar. Masih terdapat HPH yang mengelola hutan produksi yang luasannya terbatas, bangunan pemerintah berdiri dengan sangat megah sekali maklum pendapatan daerah dari DAU cukup besar dengan penduduk yang relatif sedikit sehingga dana yang ada sangat memadai untuk membangun infrastruktur pemerintahan. Kota Malinau sangat sepi, dengan jalan yang cukup lebar namun demikian tidak berarti kecelakan kendaraan rendah justru sering kali terjadi kecelakaan dengan kondisi jalan yang relatif sepi, maklum memungkinkan untuk menjalankan kendaraan melewati batas maksimumnya.

Gedung kedatangan Bandara Malinau


Saya menginap di hotel Wijaya yang terbaik di kota tesebut hotel tersebut menghadap langsung ke sungai sempayah yang airnya cukup deras akan tetapi menawarkan pemandangan yang cukup indah, sambil menyantap pisang goreng dan teh hangat kita bisa melihat para petani berlalu lalang di atas sampan sungguh pemandangan yang menakjubkan.



Berfoto dulu sebelum kembali ke Jakarta

Begitulah perjalanan saya dari Jakarta-Tarakan-Malinau semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang akan melakukan perjalanan ke tempat yang sama.

Sunday, April 20, 2008

Kota Bukit Tinggi yang Mempesona

Siapa yang tidak tahu Kota Bukit Tinggi, kayaknya semua orang yang mengaku orang Indonesia telah mengetahui semua, dari kota inilah lahir sejumlah tokoh terkenal yang ikut membangun bangsa yang besar ini, akan tetapi mungkin seluk beluk mengenai kota ini banyak yang belum mengetahuinya.

Di Ngarai Sihanock yang terkenal sangat indah itu


Kota Bukit Tinggi pulalah yang menjadi target saya untuk dapat mengunjunginya, yang katanya merupakan kota yang sangat indah di Sumatera Barat. Pada saat mengunjungi Taman Nasional Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal ternyata travel yang membawa saya menuju kota tersebut melalui Kota Bukit Tinggi, kesempatan inilah saya manfaatkan untuk singgah sejenak di kota yang terkenal sejuk itu.


Di depan gua Jepang peninggalan penjajahan Jepang tidak

klop rasanya kalau tidak mengunjungi gua ini


Travel yang membawa saya menuju bukit tinggi tiba pukul 4 pagi dari Mandailing Natal, hawa sejuk dan dingin langsung meyergap tubuh saya yang kaku karena terlalu lama duduk di dalam mini bus yang saya tumpangi. Saya pun mencari hotel yang berada di pusat kota agar akses kemana-mana menjadi mudah, ternyata sepagi itu tidak ada satu pun hotel yang buka, dan terpaksa saya sedikit menggedor salah satu pintu hotel dan ternyata satpamnya pada meringkuk di dalam karena kedinginan, Hotel Limas namanya hotel yang lumayan buat melepas lelah sebelum jalan-jalan di Kota Bukit Tinggi.

Jam Gadang Salah satu landmark Kota Bukit Tinggi

Sesuai perkiraan Bukit Tinggi merupakan kota yang sangat indah, gambarannya kira-kira sebagai berikut; Kota tersebut merupakan kota yang berada di atas bukit dan dikelilingi oleh bukit-bukit yang lainnya, pantas saja kota ini menurut saya bisa dikatakan kota terindah di Indonesia, Samping kiri kota terdapat ngarai sihanock yang terkenal itu, di puncak bukit yang merupakan pusat kota berdiri Jam Gadang yang merupakan ciri Kota Bukit Tinggi, selain itu disekeliling kota terdapat peninggalan-peninggalan sejarah seperti Benteng fort dekock, Museum Bung Hatta, serta apalagi kalau bukan Gua Jepang yang terkenal itu. Di dalam kota terdapat bangunan tua yang mempesona, tidak heran jika penjajah Jepang dan Belanda senang sekali menjadikan kota ini sebagai basis untuk menancapkan kekuasaanya karena Kota Bukit Tinggi bisa mempesona siapa saja yang menginjakkan kakinya di kota ini.

Lembah Kota Bukit Tinggi yang dipenuhi oleh pemukiman penduduk

Hilang kata-kata saya untuk menggambarkan keindahan kota tersebut, bahkan teman saya sampai bercanda bahwa saya tidak akan menolak jika mendapatkan suami dari Kota Bukit Tinggi sehingga kalau liburan bisa balik lagi di kota ini he..he... Melihat Kota Bukit Tinggi sistem tata ruang kita mungkin harus dikoreksi ternyata kota bisa didirikan di puncak bukit tanpa mengganggu ekosistem maupun DAS yang ada disekelilingnya asalkan daerah yang ada disekitarnya tidak diganggu dengan pendirian pusat pemukiman lainnya.


Salah satu sudut Kota Bukit Tinggi

Pada dasarnya Bukit Tinggi sebenarnya merupakan pusat kota atau Ibu Kota dari Sumatera Barat, buktinya banyak orang Sumbar lebih memilih tinggal di Bukit tinggi jika dibandingkan dengan di Kota Padang, tentunya pembagian pusat kota di Bukit Tinggi dan pusat pemerintahan di Kota Padang adalah salah satu keputusan yang sangat cerdas, sehingga pertumbuhan di Bukit Tinggi bisa merata disebar ke kota-kota yang ada disekelilingnya. Ok para pembaca semoga cerita perjalanan tersebut bisa menambah wawasan dan bekal kalau ingin mengunjungi Kota Bukit Tinggi yang indah tiada duanya tersebut, sebagai informasi Kota Bukit Tinggi bisa dicapai dengan menggunakan jasa travel dengan ongkos sebesar 15 ribu rupiah dari Kota Padang, sebuah pengorbanan yang termasuk kecil jika dibandingkan dengan keindahan kota tersebut.

Sunday, April 13, 2008

Museum Wayang

Kalau ada waktu agak senggang saya pasti menyempatkan waktu jalan-jalan, dan tempat yang paling saya sukai adalah jalan-jalan disekitar Kota tua Jakarta, maklum disekitar daerah itu terdapat banyak bangunan tua yang merupakan peninggalan bersejarah yang sangat berharga. Kita bisa membayangkan situasi dan kondisi dimasa lampau dengan melihat peninggalan sejarah tersebut, salah satu lokasi yang dapat menggambarkan situasi Jakarta pada abad 16-18 bisa dilihat disekitar Kota tua Jakarta.

Museum wayang, kaya toko ya..he..he...

Berawal dari acara salah satu stasiun televisi yang menampilkan acara jalan-jalan dan pada saat itu sedang menampilkan museum wayang, saya jadi penasaran untuk mengunjunginnya. Museum wayang terletak tidak jauh dari museum yang ada disekitar kota tua letaknya persis disamping lapangan Museum Fatahillah. Bangunan Museum Wayang mirip sekali sebuah toko, bangunannya sempit dan agak memanjang kedalam, konon kabarnya bangunan museum wayang berasal dari bangunan gereja yang setelah terkena gempa kemudian dipugar dan lama-lama kelamaan dimbil alih fugsinya menjadi perkantoran Pemda DKI Jakarta, dan terakhir dijadikan Museum Wayang.


Prasasti peninggalan jan pieterzooncoon


Ternyata koleksi wayang yang ada di museum wayang bukan hanya menampilkan wayang asli Indonesia saja akan tetapi termasuk juga koleksi wayang manca negara, berbagai macam wayang berbagai ukuran dan jenis dipajang dimuseum tersebut. Di dalam museum wayang terdapat prasasti Jan peter zoenkoen orang belanda yang pernah memerintah di hindia belanda isinya saya nggak tahu soalnya pakai bahasa belanda he..he..


Salah satu koleksi wayang mancanegara


Ketika sedang asyik2nya sedang ambil gambar pakai HP, ech ada petugas yang katanya dilarang mengambil gambar di museum tersebut, bukannya bilang dari tadi pak... he..he.. padahal di museum lain nggak pernah dilarang tuch.... akhirnya saya cuma dapat gambar 3 foto he..he.. lumayanlah buat oleh-oleh untuk dipajang di blog... sekalian untuk promosi pak ya biar pada banyak datang ke museum, ok dech segitu aja laporannya ayo datang ke museum siapa lagi yang bisa melestarikan budaya kita selain kita sendiri... Bravo Museum wayang....

Sunday, October 07, 2007

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Tak terasa, bulan ramadhan sudah mulai ada di penghujung bulan, sedih rasanya ditinggalkan oleh bulan yang suci ini dan itu pasti dirasakan oleh setiap muslim bukan..., Bulan Ramadhan kali ini rasanya begitu cepat berlalu jika dibandingkan dengan bulan ramadhan selanjutnya, mungkin pada bulan Ramadhan kali ini banyak aktivitas di yang saya kerjakan jadi nggak terasa setiap hari tersu berlalu.

oh iya Bulan ramadhan kali ini saya dapat berkah anak saya Kayla Husna Adana" udah bisa bilang papah dan mamah wach seneng rasanya he..he.., mudah-mudah dapat bisa ngomong lancar dengan cepat dapat cepet gede amiennn...

Ok teman-teman kali ini saya dan sekeluarga ingin mengucapakan

TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM SIYAAMANA WASIYAAMAKUM
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H MOHON MAAF LAHIR BATIN

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya bagi kita semua, dan semoga kita dikarunia rahmatnya untuk ketemu kembali bulan ramdahan di tahun-tahun berikutnya
Amien yaa robbal'alamiin
(Dadang dan Endah serta Kayla)

Monday, September 10, 2007

Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan

Wach dua bulan lebih saya tidak meng update blog, maklum ada pelatihan fungsional perencana selama dua bulan, jadi nggak pernah buka BLog, jadinya susah setengah mati dech buka accountnya. Dan tanapa terasa anak saya sudah mulai baceo he..he.. belajar ngomomg sekarang sudah menjelang 6 bulan usianya, ok menjelang bulan Ramadhan ini kami sekeluarga mau mengucapkan selamat menjalankan ibadah Ramadhan semoga kita dapat menjalankan Ibadah Ramadhan dengan tenang dan khusu serta mencapai kemenangan dipenghujung bulan ramadhan amien....

"Wahai yang Indah, Sungguh engkau kan kujelang wahai yang indah, kini saatnya kau mendekat, dan sungguh Rabb nya manusia tidak menjanjikannya tuk kembali, Marhaban ya Ramadhan…."
" Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan, semoga mendapatkan Rahmat dan Barokah di Bulan yang Suci ini Amien..."
(11 September 2007)

Sunday, June 17, 2007

Sepedaan ke Mesjid Kubah dan Kampung Bedahan

Wach weekend kemarin seru banget, soalnya kemarin sepedaannya sampai ke pelosok-pelosok kampung di daerah Bogor sawangan dan Cinere, total jarak yang ditempuh mencapai 55 km he..he.. cukup jauh dan lumayan bikin kaki pegel-pegel tapi sangat puas, bisa melihat pemadangan yang luar biasa di sepanjang perjalanan.

Saya sempet kaget masih ada ternyata semak-semak belantara di sekitar Jakarta he..he...

Perjalanan dimulai dari kota kembang terus menuju Citayam, masuk kekampung dan tembus ke Depo PT KAI yang baru dan saya baru tahu saat itu ternyata ada Depo kereta (tempat perbaikan KRL) yang cukup besar di sekitar Depok, wach deponya cukup luas dapat menampung beberapa kereta tuch, dari sini dilanjutkan masuk kampung-kampung dan tembus ke Parung Bingung.

Ini dia Mesjid Kubah Emas yang saat ini sedang terkenal, seperti Tajmahal di Agra India, disinari cahaya pagi yang indah

Dari Parung Bingung karena sudah dekat dengan Cinere kita memutuskan lihat-lihat mesjid Kubah Emas yang sekarang lagi terkenal seantero nusantara, bayangkan yang datang melihat mesjid itu dari Papua sampai Aceh, bahkan dari luar negeri seperti Malaysia dan katanya dari eropah pun banyak yang datang, wach macet banget, bayangkan tiap hari puluhan bus berdesakan di sepanjang jalan yang kira-kira hanya 4 meter lebarnya, bahkan kalau disaat libur sabtu minggu misalnya kemacetan semakin menjadi-jadi, waktu saya kesana suasana masih sepi, sayang saya nggak bisa masuk karena harus pakai baju kokok atau muslim, sedangkan saya pakai celana sontog he..he.. wach nggak layak nich lihat-lihat mesjid,

Foto dulu di warung tengah kebun, sambil makan mie Ayam nich he..he..

Akhirnya setelah puas lihat-lihat mesjid kita balik lagi kearah sawangan, menyusuri jalanan parung terus masuk ke perumahan Rivaria, nach dari siini kita masuk kebun-kebun penduduk yang indah banget, kebun singkong, jagung, bahakan peternakan ayam pun ada sehingga menambah indahnya pemandangan. Tempat yang indah itu namanya kampung bedahan wach kampung yang indah cuma sayang masih banyak juga lahan-lahan yang terlantar tidak ada tanamannya, mungkin ini yang menjadikan Jakarta banjir soalnya daerah hulunya tidak ada tanamannya.

Mejeng dulu di warung Kelapa Bakar di Jalan Parung Depok

Setelah puas-puas muter-muter di kampung bedahan kita lanjutkan ke daerah pengasinan, dari sini kita balik lagi ke depok, ditengah perjalanan ada warung yang menjual kelapa bakar wach... dari sepedaan kita malah jadi wisata kuliner nich he..he…, saya saat itu pertama kali makan kelapa bakar dan rasanya wach uenak kayak makan bajigur he..he.., Kelapa bakar terbuat dari kelapa muda yang dibakar setelah agak gosong bagian luarnya kelapa dibuka dan air kelapa yang panas di campur dengan susu dan rempah-rempah, katanya kelapa bakar berkhasiat sebagai obat diantaranya obat asma dan untuk meningkatkan stamina laki-laki wach greng dong he..he…, setelah puas menikmati kelapa bakar kita pulang ke depok wach setelah makan kelapa bakar badan tambah segar dan maknyos pokoknya.

Ini Dia Si Kelapa Bakar yang Super Maknyos he..he...

Ok dech sampai sini dulu laporannya ya, ntar kalau naik sepedaan lagi saya laporkan lagi ceritanya….. semoga menjadi nambah wawasan bagi pembaca,.

Thursday, June 14, 2007

Satu Jam di Seaword

Minggu kemarin adik saya ama istrinya datang ke Bogor, katanya dalam rangka ulang tahun perkawinan atau honey month, adik saya tinggal dan kerja di Batam jadi belum tahu benar situasi atau tempat wisata di Jakarta, selama empat hari beliau teh mengisi liburan dengan belanja di tanah abang, terus pergi ke monas katanya…he..he.. duch saya aja yang lama tinggal di Jakarta belum pernah tuch sengaja main ke monash apalagi tanah abang he..he… Hari terakhir setelah sempat pulang ke Garut nengok orang tua, adik saya ngotot pingin ke seaword padahal udah sore hari, beliau teh ngotot katanya kapan lagi ke seaword dan takut ngacay he..he.. Akhirnya jam tiga sore saya antar beliau berdua ke seaword dengan naik kereta dari Depok Baru ke Jakarta Kota yang hanya memerlukan waktu satu jam, tepat jam lima sore kami sampai di seaword, wach udah cukup sepi he..he.. adik saya kelihatannya seneng banget apalagi lihat ikan arwana he..he.., akhirnya kami bertiga poto-potoan aja, megangin anak ikan hiu ama kura-kura…., akhirnya jam enam kami pulang ke kampung melayu menggunakan busway ternyata nyaman juga naik bushway ya… dari kampung melayu kami berpisah adik saya ke pondok gede untuk terus besoknya pulang ke batam, sedang saya ke Depok. Ok dech segitu aja cerita lihat seaword yang hanya satu jam biar adik saya nggak ngacay ha..ha.., pinginnya ke tempat permainan katanya akan tetapi udah sore jadi nggak sempet.



Di foto di depan ikan Arwana yang kanibal itu, Btw kok ikan arwana kok bisa masuk seaword ya..? padahal arwana ikan air tawar bukan he..he.., bukan seaword lagi dong